Faith in the dark

Posted on 03/03/2010


Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah melakukan yang baik dan benar, namun masih saja ada kritikan. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.

Jangan putus asa! Tetap bangkit!

Ingat, matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kamu adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

Daddy said: “Sering kali Aku melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil. Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?

Bukankah AKU sudah menyediakan keberhasilanmu sendiri?  Matamu tidak terfokus pada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Dengar, kalo kamu sendiri tidak pernah mengejarnya, maka kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Anakku, jadilah seperti air..Selalu mengalir…melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan ! jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik. Karena sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah jauh-jauh itu dari hati dan pikiranmu! Kuasailah dirimu sedemikian rupa sehingga suatu saat kamu bisa mengatasi perasaan ketika diperlakukan tidak adil, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah itu pasti dialami oleh semua manusia yang hidup? sehingga kamu bisa melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU!

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi Aku. Anak-Ku, ingatlah..Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya. AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis. AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh mengasihimu !!

Posted in: Faith