“matchbox, oh No…!!!”

Posted on 06/03/2010

13


Kutu anjing, binatang kecil yang merugikan bagi hewan peliharaan saya dan sudah seharusnya dibasmi, kemarin saya menanyakan pada google obat ampuh apa yang mampu membasminya secara tuntas dan saya malah menemukan artikel ini yang tidak kebetulan saya juga pernah membacanya sebelumnya, cukup bagus dan menginspirasi bagi diri saya..

sebuah cerita tentang kutu anjing yang terkungkung dalam sebuah kotak korek api sehingga dia lupa atau bahkan tidak sadar akan kemampuannya..

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?
Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!

Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman, dia tidak membentur, dia tidak merasa sakit. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Benar kan ? Kemampuan saya memang hanya segini. Inilah saya!”

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hidupnya. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh situasi.

Apakah  di dalam diri kita juga masih ada kotak korek api. Entah kotak korek api dalam bentuk atau wujud apapun itu, yang berusaha untuk mengkerdilkan mu, sehingga membuat mu tidak bisa bergerak, tidak bisa melompat lebih tinggi dan menghambat ataupun membatasi perkembangan potensi dirimu.

Apakah itu keadaan sekitar, kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia atau apalah.. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan  yang sesungguhnya kita miliki dan seharusnya kita cerminkan dalam aktivitas sehari-hari.

Kunci: Harus take action untuk menembus kotak korek api itu..!!, Lihat mereka:

-Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi.

-Helen Keller, Dengan mata yang buta, tuli dan gagu, dia mampu lulus dari Harvard University.

-Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer.

-Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

-Bapak Sugiharto “Meneg BUMN”, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan, Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.

-Nelson Mandela, Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.

-Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

-Barack Obama, dari keluarga broken home dan dari ras kulit gelap mampu menjadi orang nomor 1 di Amerika.

-dan mungkin masih banyak lagi…

Jangan mau terkungkung/terjajah dalam kotak korek api. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan. Begitu juga, semoga kita bisa menangani kotak-kotak pribadi kita sehingga kita bisa tumbuh menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan berkat, karunia dan rencana-Nya.

Semangat..!!

referensi: dari sebuah artikel

Posted in: Life