Be impact through the words

Posted on 08/11/2010

16


Lihat  kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.

Lihat, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Lidahpun seperti api.

Hari-hari ini kota saya tercinta memang sedang melewati masa-masa sulit. Berkaitan dengan meningkatnya aktivitas merapi yang beberapa kali sudah mengeluarkan letusan, sehingga mengakibatkan lingkungan disekitar lereng merapi porak-poranda, beberapa warga meninggal  tersembur awan panas karena belum sempat atau tidak mau mengungsi,  debu sempat rata menyelimuti kota jogja dan sekitarnya, bahkan sampai saat ini banyak warga yang sebelumnya tinggal disekitar lereng merapi terpaksa masih harus mengungsi karena aktivitas merapi yang sampai saat ini belum stabil.

Bukan hanya merapi saja, yang sedang menyemburkan awan panas. Beberapa orang pun juga malah ikut-ikutan menyemburkan awan panas lewat isu ramalan-ramalan gak genah yang entah disebarin  di message, bbm, status, ataupun berita. Sampai-sampai ada tetanggaku yang paranoid setengah mampus dan akhirnya pulang kampung padahal daerahnya termasuk kategori aman berjarak kira-kira 35 km dari zona bahaya. Budhe dan ortunya pacarku juga udah sempet nyiapin beberapa bajunya katanya kalau-kalau terjadi apa-apa. Tuh kan, sampe pada segitunya, siapa hayoo biang keroknya yang suka bikin isu-isu heboh!!! (tak jitak).  Waspada memang harus, tapi jangan terus sampai membuat diri sendiri bahkan orang lain ketakutan.

Secara nyata mungkin situasi memang mencekam, keadaan sedang tidak kondusif. Tapi bisakah kita masih tetap berpikiran positif, bisakah kita tetap percaya dan tetap selalu mengatakan bahwa Jogja adalah kota yang berhati nyaman dan akan tetap selalu berhati nyaman.

Dimulai dari hal kecil, yang pertama: perkatakan  perkataan positif bagi kota ini. Jangan justru malah memperkeruh keadaan dengan menyebarkan isu-isu yang belum tentu jelas kemudian membesar-besarkannya sehingga malah membuat orang lain merasa tambah kuatir. Dampak dari perkataan itu besar, why? karena sebuah perkataan itu seperti doa, apabila sering kita katakan itu akan semakin dekat dengan kita, selain itu bukankah dengan berkata positif kita juga bisa menguatkan orang lain.

So, Belajarlah mengunakan perkataan bukan untuk menjelaskan situasi tetapi gunakan perkataan untuk mengubah situasi menjadi lebih baik 

Yang kedua: kalau kita ingin lingkungan kita aman, sudahkah kita menjaganya?

Well, untuk saat ini mungkin isi perut yang dimuntahkan merapi membuat banyak orang sedih, tapi Tuhan pasti memulihkan kota Jogja dan INDONESIA tercinta akan selalu berjaya!

by: febe

Posted in: Life